Template wordpress atau theme wp jules-securesh

27 September 2012 oleh Asep Sudiyono
Template-wordpress-atau-theme-wp-jules-securesh.jpg
Template-wordpress-atau-theme-wp-jules-securesh.jpg

Template wordpress atau theme wp jules-securesh. Selamat pagi semua, good morning dan selamat ngapain aja. Semoga seteguk dari secangkir kopi panas dapat memberikan dan mengembalikan semangat anda seperti kemarin. Suntuk juga ya nunggu jam mampir di angka 07:00, dari pada suntuk mendingan saya review theme wp buatan sendiri yaitu jules-securesh (sebenarnya template wordpress ini bukan buatan sendiri, sedikit edat edit dari theme wp aslinya yaitu jules-joffrin , maklum belum bisa build theme sendiri dari awal). Jika dibandingkan dengan theme wp aslinya, jules-securesh lebih diperuntukan bagi kita yang menginginkan lebih banyak widgets yang tidak hanya ditempatkan pada sidebar sebelah kanan. Dan juga jules-securesh lebih simple pada tampilannya, anda dapat membandingkan antara jules-securesh dengan jules-joffrin yang notabene sudah tidak diupdate lagi selama 2 tahun ini.

WordPress : Belajar membuat theme sendiri (part 3)

21 September 2011 oleh Asep Sudiyono

Belajar membuat wordpress theme sendiri part 3 (Menambahkan template single post ke dalam theme). Setelah dapat menambahkan sidebar seperti yang telah kita bahas dalam WordPress : Belajar membuat theme sendiri (part 2) tentunya kita ingin membuat theme yang lebih powerfull, dalam tutorial part 1 dan part 2 kita hanya menggunakan template index.php sebagai template untuk menampilkan isi blog kita (Template adalah file dari theme yang digunakan sebagai format tampilan blog, misal: template untuk tampilan index adalah index.php, single.php untuk menampilkan single post). Sebenarnya dalam sebuah theme wp bisa terdapat 2 atau lebih template . Ini digunakan untuk memudahkan dalam customisasi theme, kita dapat membagi file tersebut menjadi 2 file atau lebih bagian. Kebanyakan file template theme wordpress tersusun dari header, isi dan footer.

WordPress: Belajar membuat theme sendiri (part 2)

18 September 2011 oleh Asep Sudiyono

Belajar membuat wordpress theme sendiri part 2. Melanjutkan postingan saya sebelumnya yang berjudul Belajar membuat theme sendiri (part 1) , postingan saya kali ini akan membahas penambahan fitur widget pada sidebar. Dimana pada tutorial yang sebelumnya fitur widget tidak bisa dipakai pada theme kita karena kita belum mendefinisikan sidebar untuk menampung widget yang kita pilih. Maka pada saat kita akan menambahkan widget muncul peringatan “No Sidebars Defined” yang artinya kira-kira “tidak ada sidebar yang diketahui”.

WordPress: Belajar membuat theme sendiri (part 1)

15 September 2011 oleh Asep Sudiyono

Belajar membuat wordpress theme sendiri. Untuk memulainya anda hanya membutuhkan sedikit kemampuan tentang HTML, CSS dan tentunya PHP. Mengapa demikian? ya karena 3 hal tersebut mutlak telah dan sedang digunakan oleh wordpress. Kalau belum mengerti 3 hal tersebut tentunya kita akan kesulitan untuk memulai ini. Oh iya, kalo untuk belajar lebih baik menggunakan webserver lokal di pc kita saja, misal menggunakan XAMPP untuk windows OS.

WordPress : Membuat custom template untuk parent category

4 September 2011 oleh Asep Sudiyono
Membuat custom template untuk parent category
Membuat custom template untuk parent category

Membuat custom template untuk parent category. Tentunya para pengguna CMS wordpress tidak asing dengan sebutan “parent category” (orang tua kategori dari anak kategori). Biasanya theme wordpress akan menempatkan hasil query kategori menggunakan template archive.php, namun apabila di dalam direktori theme yang dipakai terdapat file category.php maka hasil query kategori akan diperlihatkan menggunakan file category.php. Berhubungan dengan hal tersebut, saya mencoba berbagi trik yang telah saya gunakan dalam melihatkan hasil query berdasarkan salah satu kategori menggunakan template yang telah kita tentukan. Dalam hal ini sebagai contoh saya menginginkan childs category dari salah satu parent category diview menggunakan template category-parent.php.
Langkah pertama kita tambahkan kode berikut kedalam file functions.php yang terdapat pada direktori theme yang kita pakai.
*kode yang saya pakai diletakan diantara tag “<?php ?>”

wordpress : Membuat widget custom category dropdown sederhana

29 Agustus 2011 oleh Asep Sudiyono
Membuat-widget-custom-category-dropdown-sederhana.png
Membuat-widget-custom-category-dropdown-sederhana.png

WordPress : Membuat widget custom category dropdown sederhana. Custom category Dropdown widget ini akan mengembalikan category id menjadi nice name / slug, sehingga setelah dipilih salah satu category pada dropdown maka anda akan dibawa ke permalink dari category tersebut, namun apabila anda tidak memakai permalink maka anda akan dibawa ke halaman dengan url yang terdapat ?cat=idcategory di dalamnya.
Bukannya saya bisa atau pandai bergelut dengan wordpress, tapi kebetulan tadi sore kepikiran pengin update blog ecek ecek ini. Waktu tadi sore ngotak atik file funtions.php milik mendoan.us (sekarang All Song Lyrics) kepikiran update post tentang widget wordpress. Tidak dipakai juga tidak apa apa, dari pada di pendem di otak malah bisa lupa (kalau yang udah jadi master wp mending langsung cabut aja gak usah baca :D ).
Yang pengin nyoba silahkan kopi dan paste ke functions.php milik theme yang anda pakai code ini :

Editing wordpress theme without edit the origin theme file

24 Juni 2011 oleh Asep Sudiyono

Editing wordpress theme without edit the origin theme file. There are many way to castumize wordpress theme. One of them is using child themes ( http://codex.wordpress.org/Child_Themes ). As wordpress said, child themes are the recommended way of making modifications to a theme if you want your modifications are still there. To start editing please follow Codex wordpress on http://codex.wordpress.org/Child_Themes , or follow this steps :
*this example using fastfood theme as original theme.

Mulai chat
1
Butuh Informasi?
Ya, Ada yang bisa saya bantu?